Go Global dari Desa! Forum BISA Ekspor Dorong Pelaku Usaha Jawa Tengah Tembus Pasar Dunia
Purwokerto, 15 April 2026 – Sebagai upaya mendorong peningkatan ekspor produk unggulan daerah, telah diselenggarakan kegiatan Forum Desa BISA Ekspor: Dari Desa untuk Dunia – Chapter Jawa Tengah yang diikuti oleh 50 pelaku usaha dari berbagai kabupaten di wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan wawasan pelaku usaha desa agar mampu menembus pasar internasional. Forum menghadirkan narasumber dari PPEJP, SIG Laboratory, serta pelaku usaha yang telah berhasil menembus pasar ekspor melalui sesi success story dari CV Hugo Inovasi.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas yang menyampaikan pentingnya penguatan daya saing produk lokal melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan pemahaman terhadap standar pasar global. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mendorong desa sebagai basis ekonomi ekspor.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, khususnya dari desa. Melalui program Desa BISA Ekspor, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang mampu naik kelas dan berkontribusi dalam peningkatan ekspor nasional.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari para narasumber. PPEJP memberikan edukasi terkait prosedur dan strategi ekspor, SIG Laboratory memberikan wawasan mengenai aspek pengujian produk untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan standar yang berlaku di negara tujuan ekspor. Sementara itu, CV Hugo Inovasi membagikan pengalaman nyata dalam mengembangkan produk hingga berhasil menembus pasar global, memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi para peserta untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya.
Melalui forum ini, diharapkan para pelaku usaha tidak hanya memahami proses dan peluang ekspor, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di pasar global. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekspor berbasis desa serta mendukung peningkatan ekspor nonmigas Indonesia.